Terburu-buru dia kedalam… berpakaian dulu meskipun sekedar kaos kumal sambil berbisik ke istrinya "ata dawa,....deke teppe."...(ada Orang kota…ambil tikar)....lalu keluarlah sang istri dengan segulung tikar pandan yang keliatannya masih baru...bau pandan masih terasa harumnya....stelah mempersilakan sy duduk istrinya masuk lagi......lima menit kemudian sang istri kembali lagi dengan memegang dulang berisi dua gelas kopi hitam kental khas daerah tempat tugas saya….(hmmm siap2 sakit kepala dah)….tanpa menunggu lama ,pendataan dimulai…
Baru satu lembar wawancara berhasil sy lewati sudah terdengar bunyi “keok!!” dibelakang….asyeek!! nampaknya daging ayam panggang bakal hidangan makan siang sedang disiapkan…hihihi….pendataan pun dilanjutkan…kali ini agak diperlambat….biar ntar selesainya pas jam makan siangnya…hahaee….
Pemuktahiran data yg sy lakukan dalam rangka mendata keluarga yg memang benar2 miskin dan dianggap sangat layak mendapatkan bantuan dari pemerintah …..tapi selama pendataan rasa kurang yakin mulai mengganggu…bagaimana mungkin keluarga ini mengaku miskin juga sedangkan skrang aja mereka sedang menyiapkan ayam panggang untuk tamunya??....padahal dirumah saya… makan daging ayam paling sanggupnya pas tanggal muda aja… udah gitu harus rela membatalkan rencana penggunaan uang gaji ke urusan yang lain demi sesekali merasakan betapa enaknya hidup orang2 berduit banyak?....hehehe….ah sudahlah…abaikan..
Selama wawancara sesekali sang bapak menghembuskan asap rokok tembakau gulung dari kulit jagung keringnya sambil masang tampang memelas seperti yg sedang terbeban berat…duh luar biasa aktingnya…ah bodoh amat…yang penting tugas sy beres….
Baru saja beres lembar terakhir terdengar suara dari dalam rumah “bapak mari kita makan dulu ge”…..wiiii yg ditunggu akhirnya sampe juga…..tapi eit sdikit pura2 kaget karena ternyata hidangan buat sy adalah nasi sepiring yang sudah dipisahkan yg tingginya segunung…ditambah ayam panggang utuh kecuali isi dalamnya…..”wah terlalu banyak nih”…kata saya…(biar terlihat sopan)…padahal dalam hati bersorak girang…..hahahaha….”ah sudahlah” kata si bapak…makan saja…kalo tidak sanggup ntar dibungkus bawa pulang to pak”……(wiiii serasa diwarung)…..hehehe…..itu lah sumba…..miskin sekalipun tetap akan memperlakukan tamu sebagai raja….adat,harga diri,nama baik,adalah segalanya….tdk suka dianggap miskin kalo ada yg minta bantuan tapi akan cepat mengaku miskin juga jika tahu bakal ada bantuan yg mo diberikan…haha…tapi kalo anda adalah tamu maka jangan kuatir karena anda akan diperlakukan layaknya seorang raja….orang sumba sangat menghargai tamunya…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar