Rabu, 20 Januari 2016

Copas dari tulisan seseorang- yang- entah- siapa…Untuk seseorang-yang-entah-siapa-dan-entah-kapan-akan-bertemu

Untuk siapapun kamu, yang nama nya tertulis untukku dalam catatan kejadian-Nya... Kita belum saling tau nama, belum pula saling bertemu muka. Anggap saja ini perkenalan pertama kita, dan mulai sekarang aku akan memanggilmu seseorang-yang-entah-siapa-dan-entah-kapan-akan-bertemu. Panjang ya? hihihi Apa yang biasanya kita harapkan pada perkenalan pertama? Kesan yang baik? Hm, mungkin tidak kali ini. Sebaliknya, aku akan menawarkanmu kekurangan ku. Mungkin kamu mengharapkan seorang yang tampan dengan tubuh ideal. But unfortunately, I am not. Aku pendek. Aku tidak langsing -jangan pernah menyebutku gendut ya haha-. Aku hitam. Tidak suka memakai pakaian masa kini, berantakan. Dan aku tidak bisa berdandan, tentu saja haha Mungkin kamu mengharapkan seorang yang lembut. Meski masih saja ada orang yang ‘berbaik hati’ menyebutku demikian, tapi sebenarnya tidak. Kata-kataku kasar. Bercandaanku seringkali menyakitkan. Aku lebih fasih ber kau-saya daripada ber aku-kamu. Bukan karena sok gaul, tentu saja, tapi begitulah lingkungan ku dibesarkan. Aku masih sering memaki saat marah, dan mungkin aku akan sering mencubitmu saat kesal hehe. Tentu saja kamu boleh -bahkan harus- memarahiku untuk itu. Aku pencerita yang buruk, makanya aku lebih sering ribut, atau menjawab lumayan atau ya begitulah jika kelak kamu bertanya bagaimana hari ku. Tapi jangan pernah bosan bertanya ya? Atau jika pun bercerita, ceritaku berantakan, tidak menarik, dan seringkali tidak penting. Tapi jangan bosan mendengarkan ya? Aku bukan orang yang Pendiam aku cerewet juga pemarah.. Tapi jika kamu sedikit bersabar, aku akan membuka diriku kepadamu. Namun sekali lagi, butuh waktu. Jika waktu satu tahun belum bisa membuatku terbuka sepenuhnya padamu, maukah menunggu sedikit lebih lama? Aku payah dalam hal mengungkapkan perasaan. Aku senang, aku sedih, aku marah, mungkin akan terlihat sama buat mu. Aku tidak pandai menunjukkan perhatian dan rasa sayang kepadamu nantinya. Tapi aku bisa memprioritaskan waktuku untukmu, bersabar menunggumu selesai dengan kesibukanmu di luar sana, menemani mu ke tempat-tempat yang kamu inginkan; bukankah itu juga cara menunjukkan rasa sayang? Teman perempuan ku banyak. Lebih banyak daripada yang laki-lakinya mungkin, tapi percayalah kamu tidak perlu cemburu. Mungkin kamu kadang merasa aku lebih terbuka pada mereka, tapi sebenarnya tidak. Kamu akan dan selalu jadi orang pertama yang aku cari saat aku senang maupun sedih. Mantan pacarku juga banyak maaf ya hiks tapi bahkan kami tidak pernah berkabar lagi, ya mungkin sesekali bertanya kabar basa-basi. Aku pasif. Aku akan jarang berinisiatif mengajakmu pergi, bahkan untuk sekedar makan, apalagi untuk bepergian jauh. Mengapa? Selain karena aku tidak tahu banyak tempat makan enak dan tempat-tempat cantik, jadi aku tidak tau harus mengajakmu kemana, biar aku beritahu satu rahasia… aku takut ditolak haha. Jika ditolak bisa membuatku sedih. Sensitif sekali ya? Payah memang. Tapi jangan pernah jengah mengajakku ya? Setelah begitu banyak kekurangan yang aku tawarkan, setelah begitu besar usaha dan kesabaran yang harus kamu berikan nantinya, masih mau kah kamu menjadi seseorang-yang-entah-siapa-dan-entah-kapan-akan-bertemu ku ?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar